SEKILAS INFO
21-04-2021
  • 9 bulan yang lalu / Penerimaan Mahasiswa Baru STAI Tulang Bawang TA 2020.2021 Gelombang ke-2 : Mulai 1 Juli s/d 30 Juli 2020.
  • 1 tahun yang lalu / STAI Tulang Bawang Telah Membuka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2020/2021.
  • 1 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi STAI Tulang Bawang Lampung
20
Apr 2020
Transformasi Pendidikan Islam di Indonesia Menuju Madrasah Yang Mencerahkan

“Transformasi Pendidikan Islam di Indonesia”

Oleh Subiantoro, M. Pd. ( Dosen STAI Tulang Bawang ) Email: subiantoro810@gmail.com Cp. 085749226537

(Menuju Madrasah Yang Mencerahkan)

Apakah Pendidikan kita mampu bersinar kembali……?

Sebuah pertanyaan yang selalu menghantui pendidikan kita saat ini…..

Pendidikan memang merupakan kunci kemajuan, semakin baik kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh suatu masyarakat atau bangsa, maka akan diikuti dengan semakin baiknya kualitas masyarakat atau bangsa tersebut (Faishal Ismail: 1996). All of the problem that confront the muslim word today, so the educational problem is the most challengging. That future of the muslim world will depend upon the way it respons to this challenge,” yakni dari sekian banyak permasalahan yang merupakan tantangan terhadap dunia Islam dewasa ini, maka masalah pendidikan merupakan masalah yang paling menantang. Masa depan dunia Islam tergantung kepada cara bagaimana dunia Islam menjawab dan memecahkan tantangan ini. Statment ini menggarisbawai bahwa masa depan Islam di Indonesia juga tergantung kepada bagaimana cara umat Islam merespons dan memecahkan masalah-masalah pendidikan yang berkembang di Indonesia terutama dalam konteks pengembangan sistem pendidikan Islam di masa depan.

Keberhasilan suatu bangsa tidak hanya dilihat dari segi pembangunan nasionalnya tetapi juga dari segi pendidikanya, dalam pemerintahan yang sangat memperhatian terhadap pendidikan dan peningkatan mutu guru merupakan salah satu langkah untuk menncapai keberhasilan pendidikan (Muhaimin: 2013).

Pendidikan Islam yang hendak kita kembangkan haruslah kita bangun di atas sebuah paradigma yang kokoh secara spiritual, unggul secara intelektual, dan anggun secara moral dengan al-qur’an sebagai acuan yang pertama dan utama. Dengan paradigma model inilah orang boleh berharap bahwa peradaban yang akan datang tidak berubah menjadi kebiadaban yang liar dan brutal (Abu Muhammad Iqbal: 2015). Kita saat ini mengalami berubahan modern yang semakin kehilngan jangkar spiritual dengan segala dampak destruktifnya pada berbagai dimensi kehidupan manusia. Manusia modern ibarat layang-layang putus tali, tidak mengenal secara pasti dimana tempat hingga seharusnya. Teknologi yang tanpa kendali moral lebih merupakan ancaman dalam kehidupan.

Tantangan dari ancaman di depan kita sangat gamblang, sementara kesadaran kita tentang ancaman itu belum mencair secara menyakinkan. Al-qur’an belum sepenuhnya menjadi acuan kita dalam menyelengarakan pendidikan, khususnya pendidikan bangsa kita. Paradigma baru yang hendak kita bangun dan dirumuskan untuk pendidikan kita haruslah berangkat dari pemahaman kita yang benar dan lurus terhadap al-qur’an dengan menggunakan semaksimal mungkin Al-Uqul al-Shahihah dan Al- Hukul al- Salimah.

Perubahan dan perkembangan kajian ilmu pendidikan Islam di Indonesia adalah melalui institusi pendidikan Islam yang tertua, yaitu pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional Islam untuk memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral agama Islam sebagai pedoman hidup bermasyarakat sehari-hari.

 Secara historis Lembaga Pendidikan Islam (LPI) tertua yang ada di Indonesia adalah Pesantren. Lepas dari pengaruh Hindu-Budha atau Arab , pesantren merupakan produk interaksi dan akulturasi Islam dan budaya lokal dalam konteks  budaya asli (indigenous. Pesantren saat itu masih dalam bentuk sederhana, salaf, dan nonklasikal. Lalu dengan di perkenalkannya sekolah dalam bentuk klasikal oleh pemerintah Belanda, muncullah madrasah sebagai counter institution yang tidak hanya memuat pelajaran agama, tetapi juga pelajaran umum sebagaimana yang dikembangkan oleh berbagai Ormas Islam saat itu. Selama priode Belanda dan pendudukan Jepang, pendidikan Islam diorganisasikan oleh umat Islam itu sendiri melalui pendirian sekolah swasta dan pusat-pusat latihan. Hingga kini, ketiga bentuk lembaga pendidikan tersebut Pesantren, sekolahm dan madrasah eksistensinya tetap ada, bahkan terus dikembangkan sampai pascakemerdekaan R.I. hingga sekarang. Adapun perguruan tinggi, baik PTU maupun PTAI, merupakan bentuk jenjang lanjutan dari ketiga LPI tersebut.

Kemajuan Ilmu pengetahuan dan Teknologi modern memasuki dunia Islam, terutama pada awal abad 19, yang dalam sejarah Islam dipandang sebagai permulaan periode modern. Kontak dengan dunia barat membawa ide-ide baru ke dunia Islam seperti rasionalisme, nasionalisme, demokrasi, dan sebagainya, yang merupakan produk akal manusia dan aktivitasnya yang kreatif, yang dengan itu tampil transfomasi sosial kultural yang diakibatnya juga terasa dalam kehidupan agama. Semua ini menimbulkan persoalan-persoalan baru, dan pemimpin-pemimpin Islam pun mulai memikirkan cara mengatasi persoalan tersebut.

Memasuki dan ikut serta dalam dunia modern bukanlah persoalan pilihan, melainkan keharusan sejarah (historical ought). Kenyataan tersebut menuntut umat Islam untuk berusaha melakukan pembaharuan, penyegaran dan pemurnian pemahaman keagamaan. Gerakan pembaharuan Islam adalah sebuah kenyataan historis atau keniscayaan dari proses dinamika peradaban manusia, sebagai cermin implementasi respon positif terhadap modernisme, untuk kemudian melahirkan dinamika dan gerakan pemikiran yang beragam dan tentu saja diametral masing-masing berbeda.

Rekontruksi pendidikan Islam tidak bisa dipisahkan dengan kebangkitan gagasan dan program modernisme Islam. Kerangka dasar yang berada di balik modernisme Islam secara keseluruhan, baik modernisme pemikiran maupun kelembagaan Islam merupakan prasyarat bagi kebangkitan kaum muslim di masa modern. Oleh karena itu, pemikiran dan kelembagaan Islam termasuk pendidikan haruslah dimodernisasi, sederhananya direkontruksi sesuai dengan kerangka modernitas, mempertahankan pemikiran kelembagaan Islam “tradisional” hanya akan memperpanjang nestapa ketidakberdayaan kaum muslim dalam berhadapan dengan kemajuan modern.

Dalam sejarahnya pondok pesantren sebagai bentuk institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia telah mengalami kemajuan ditandai adanya pembaharuan pemikiran pendidikan Islam. Salah satu pembaharuan pemikiran tersebut adalah pengembangan pemikiran pendidikan Islam, yang tidak hanya terfocus pada materi dalam disiplin ilmu agama saja tetapi juga Ilmu pengetahuan umum sebagaimana yang dilakukan oleh pemikir pembaharu ilmu pendidikan Islam di Indonesia.

Madrasah sebagai lembaga transformatif di era peradaban modren….!

Secara historis, eksistensi madrasahh di Indonesia telah ada sejak awal abad ke- 20, atau paling cepat pada akhir abad ke- 19, berbarengan dengan munculnya Ormas Islam, seperti Muhammadiyah dan NU. Pembaharuan Madrasah telah dimulai sejak orde lama (1945-1965). Tahun 1958/1959, misalnya, departeman agama melakukan upaya pembaharuan sistem pendidikan di madrasah dengan memperkenalkan Madrasah Wajib Belajar (MWB) dengan spesifikasi; lama belajar 8 Tahun (berarti 8 kelas) untu murid usia 6 samapi 16 Tahun,bertujuan untuk menunjang kemajuan ekonomi, Industri, dan transmigrasi; materi meliputi pengetahuan Agama, umum dan ketrampilan dan berbasis pada pembangunan masyarkat pedesaan (rural development).

Institusi pesantren, sekolah, dan madrasah di Indonesia memiliki karakteristik tersendiri, yang bisa dibedakan satu sama lain, terutama dalam hal materi agamnya serta afilisiasinya dengan departemen terkait. Pesantren, misalnya, memuat materi agama secara dominan, sedangkan sekolah umum memberikan waktu dua jam pelajaran agama dalam minggunya, sementara madrasah sebelum tahun 1975 meliputi materi agama 70% dan materi umum 30%, dan setelah SKB 3 menteri tahun 1973 komposisi dibalik menjadi 30% materi agama dan 70% materi umum.

Usaha mencerahkan kembali pendidikan Islam di Indonesia mungkin kita mulai dari Kualitas Sumber Daya Manusianya (Guru) yang mampu bersaing di era peradaban modern saat ini, serta kualitas madrasah yang mencerahkan serta memberikan solusi yang terbaik terhadap permasalahan-permasalahan sosial.

Menurut Arifin (1998) Faktor yang mendukung tercapainya prestasi (1) Fasilitas sekolah dan peralatan pendidikan yang baik (2) guru-guru dan staf pendukung yang kompeten dan mempunyai komitmen yang tinggi (3) pembelajaran yang berdeferensiasi (4) harapan dan kepercayaan tinggi, dan dukungan yang kuat dari orang tua dan masyarakat sekitar (5) organisasi yang harmonis dan rasional (6) komutmen terhadap budaya lokal dan agama (7) iklim kerja yang sehat serta motivasi semangat kerja tinggi (8) keterlibatan wakil kepala sekolah dan guru-guru  (9) dukungan figur-figur kreatif yang kaya wawasan dan gagasan dan (10) kepemimpinan sekolah yang efektif.

Kampus

STAI Tulang Bawang Lampung

SWASTA

Jl. Lintas Timur KM 19 Cahyou Randu Tulang Bawang Barat Lampung
KEC. Pagar Dewa
KAB. Tulang Bawang Barat
PROV. Lampung
KODE POS 34682